Akad-Akad Investasi yang Digunakan

Skema Investasi Konvensional –> Tidak kami gunakan

Pada investasi konvensional berbasis pinjaman, investor memberikan modal usaha kepada Badan Usaha (BU) dengan akad qardh (pinjaman).

Kemudian setelah usaha selesai, BU mengembalikan pinjaman dana beserta bunga yang telah disepakati di awal.

Bunga atas pinjaman ini adalah riba, dan riba adalah hal yang haram dalam Islam.

β€œYang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

(QS Al Baqarah 2:275)

Sebuah kontrak bisa saja namanya bukan “pinjaman”. Tapi jika ciri-cirinya memenuhi akad pinjaman, yaitu kepemilikan berpindah ke penerima dana dan penerima dana berhak menggunakan dana tersebut, maka pada hakikatnya itu adalah qardh atau pinjaman. Apapun labelnya.


Skema Syirkah Mudhorobah

Pada skema syirkah mudhorobah, akad yang digunakan bukanlah akad pinjaman, tetapi akad syirkah (kemitraan). Mudhorobah adalah bentuk kerja sama antara dua atau lebih pihak di mana investor (shahibul mal) mempercayakan sejumlah modal kepada BU (mudhorib) untuk dikelola dalam sebuah usaha.

Setelah usaha selesai, maka keuntungan akan dibagi sesuai kesepakatan awal (misal, 40% investor, 60% pengelola).

Apabila terjadi kerugian maka akan dilihat penyebab kerugian tersebut. Jika kerugian merupakan kesalahan pihak pengelola usaha, maka pengelola usaha wajib menanggung kerugian tersebut. Namun jika kerugian disebabkan karena murni faktor luar atau diluar kesalahan pengelola usaha, maka pemilik modal harus siap menanggung.

Baca juga: Syirkah Mudhorobah


Skema Murabahah

Murabahah adalah perjanjian jual beli antara pemilik modal dan BU. Ini memungkinkan bagi BU untuk memperoleh barang yang dibutuhkan dengan segera.

Pertama-tama, investor membeli barang yang dibutuhkan oleh BU dari pihak ketiga (supplier). Investor bisa juga membangun sesuatu (rumah atau kandang ternak, misalnya) yang dibutuhkan oleh BU. Barang ini statusnya dimiliki oleh investor.

Kemudian, investor menjual barang itu kepada BU sebesar harga beli ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati antara investor dan BU. Investor memberi tahu dengan jujur harga pokok barang kepada BU beserta
profit marginnya. Pembayaran oleh BU dilakukan secara kredit selama jangka waktu tertentu.

Beberapa penjelasan yang lebih detail tentang akad Murabahah bisa dilihat di link berikut:
Murabahah menurut Kitab Fiqih
Murabahah Kontemporer
Agar Murabahah Tidak Melanggar Syar’i


Back to top button